Limbah dari PLTU batubara berpotensi timbulan limbah Bottom Ash dengan type pembakaran dry bottom boiler akan mencapai lebih kurang 4 – 5 juta ton/tahun. Fly ash dan Bottom Ash merupakan limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batubara pada pembangkit tenaga listrik. Sebaran Fly ash & Bottom Ash dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Jumlah limbah abu batubara yang sangat besar apabila tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan benar dapat menimbulkan masalah lingkungan yang serius selain memerlukan tempat penampungan yang sangat luas. PKM ini difokuskan tentang sosialisasi hasil penelitian Abu dasar (Bottom Ash) dan fly ash dari limbah PLTU berbahan bakar batubara sebagai bahan untuk material bangunan teknik sipil. Oleh karena limbah dari PLTU batubara ini ada di Kalimantan Barat maka perlu adanya pemanfaatan dan sosialisasi hasil pemafaatannya, sosialisasi dalam rangka pemanfaatan Faba tersebut untuk dapat dipergunakan sebagai bahan konstruksi bangunan teknik sipil dalam jumlah yang besar. Hasil dari PKM ini berupa laporan PKM Dipa 2022, adanya Kerjasama antara Fakultas Teknik Untan dan PLTU Bengkayang dalam pemanfatan limbah untuk konstruki Teknik sipil dan juga tersosialisasinya hasil penelitian yang akan dimanfaatakan dalam Program CSR yang dibuat oleh PLTU Bengkayang terfokus pada tanggung jawab social perusahaan (CSR) dan berkelanjutan. Tindakan Corporate Social Responsibility memasukkan kepedulian lingkungan dan social ke dalam bisnis PLTU Bengkayang untuk masyarakat setempat. Dengan begitu, paling tidaknya PLTU Bengkayang dapat mengurangi jejak negatif mereka di mata masyarakat setempat.
Lokasi Faba dari PLTU Bengkayang
Pengambilan sampel bottom ash dari PLTU Bengkayang
Sosialisasi hasil penelitian Penggunaan FABA